Soal osk geografi 2025



Melanjutkan seri persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN), pada artikel Part 2 ini kita masih akan membedah topik yang sangat krusial dalam OSK Geografi 2025, yaitu Iklim dan Perubahan Iklim.

Memahami dinamika gas rumah kaca, fenomena sirkulasi samudra, hingga anomali ENSO seperti El Niño adalah kunci untuk menaklukkan soal-soal ini. Mari kita bahas soal nomor 6 hingga 10 lengkap dengan kunci jawaban dan analisis mendalamnya!

Soal 6: Perubahan Iklim dan Pergeseran Habitat Fauna
Soal: Jika gas rumah kaca di atmosfer terus meningkat tanpa upaya pengurangan, dampak yang paling mungkin terjadi pada pola migrasi dan penyebaran hewan di darat maupun di laut adalah ... 
a. Hewan-hewan tetap tinggal di habitat aslinya tanpa perubahan 
b. Pola migrasi dan penyebaran spesies berubah drastis untuk mencari habitat yang lebih cocok 
c. Semua spesies langsung punah bersamaan 
d. Keanekaragaman hayati tidak mengalami perubahan 
e. Hewan laut akan bermigrasi ke daratan
  • Kunci Jawaban: b. Pola migrasi dan penyebaran spesies berubah drastis untuk mencari habitat yang lebih cocok
  • Pembahasan Detail: Kenaikan suhu global akan mengubah suhu lokal secara drastis, membuat habitat asli hewan menjadi terlalu panas atau terlalu kering untuk ditinggali. Merespons tekanan ekologis ini, fauna akan beradaptasi melalui habitat range shift (pergeseran relung ekologi). Mereka akan bermigrasi mendekati kutub (menjauhi ekuator) atau bergerak ke wilayah pegunungan dan laut yang lebih dalam untuk mencari zona iklim mikro yang lebih sejuk agar bisa bertahan hidup.
  • Referensi: Jurnal Ekologi Nature Climate Change: Range shifts and climate change in ecosystems.

Soal 7: Ancaman Air Tawar Terhadap Arus Laut Dalam
Soal: Pencairan es di kutub menambah volume air tawar ke lautan sehingga kadar garam (salinitas) air laut menurun. Salah satu dampak utama dari perubahan salinitas ini terhadap arus laut dunia adalah ... 
a. Arus termohalin bergerak lebih cepat 
b. Arus termohalin melambat sehingga distribusi panas bumi terganggu 
c. Tidak ada pengaruh pada arus laut 
d. Arus laut mengalir ke arah kutub 
e. Semua arus laut di Samudra Pasifik berhenti total
  • Kunci Jawaban: b. Arus termohalin melambat sehingga distribusi panas bumi terganggu
  • Pembahasan Detail: Sabuk konveyor samudra (Thermohaline Circulation) digerakkan oleh perbedaan densitas (kepadatan) air laut yang dikendalikan oleh suhu (thermo) dan salinitas (haline). Air kutub normalnya sangat dingin dan asin sehingga berat dan akan tenggelam ke dasar laut. Masuknya lelehan es berupa air tawar membuat air laut menjadi lebih ringan, sehingga gagal tenggelam. Akibatnya, mesin "pompa" sirkulasi arus laut yang selama ini mendistribusikan panas bumi menjadi melambat atau bahkan berisiko terhenti.

Gambar: Sirkulasi termohalin mengalirkan air hangat dari wilayah tropis menuju kutub yang berperan menjaga suhu iklim global
  • Referensi: Jurnal Oseanografi tentang AMOC (Atlantic Meridional Overturning Circulation) Slowdown.
  • Sumber Tambahan: https://oceanservice.noaa.gov/facts/conveyor.html
🌟 PROMO SPESIAL PERSIAPAN OSN GEOGRAFI! 🌟
Merasa butuh amunisi tambahan untuk menaklukkan OSN Geografi? Dapatkan Modul & Bank Soal OSN Geografi Terlengkap persembahan eksklusif dari SmartGeo.id!
✔️ Rangkuman materi esensial OSN Geografi
✔️ Ribuan bank soal (Kumpulan Soal OSK, OSP dan OSN)
✔️ Modul Pembinaan untuk di Sekolah
Jangan sampai kehabisan bahan belajar, segera miliki modul digitalnya sekarang juga melalui tautan berikut:
👉


Soal 8: Mengapa Gas Metana Sangat Berbahaya?
Soal: Metana (CH4) dikenal sebagai gas rumah kaca yang lebih kuat dibanding karbon dioksida (CO2). Alasan utama metana dianggap lebih berbahaya dalam konteks pemanasan global adalah ... 
a. Jumlahnya jauh lebih banyak di atmosfer 
b. Mampu menahan panas lebih besar dalam waktu singkat 
c. Mudah terurai menjadi gas lain 
d. Tidak bereaksi dengan gas lain di atmosfer 
e. Hanya dihasilkan dari aktivitas gunung api
  • Kunci Jawaban: b. Mampu menahan panas lebih besar dalam waktu singkat
  • Pembahasan Detail: Parameter untuk mengukur kekuatan gas rumah kaca disebut Global Warming Potential (GWP). Walaupun Metana (CH₄) jumlahnya lebih sedikit dan usianya lebih pendek di atmosfer dibandingkan CO₂, struktur molekul metana memiliki efisiensi yang luar biasa tinggi dalam menyerap radiasi inframerah (panas) bumi. Dalam skala waktu 20 tahun, metana mampu memerangkap panas 80 kali lebih kuat dibandingkan molekul CO₂. 
  • Referensi: United States Environmental Protection Agency (EPA) - Panduan Understanding Global Warming Potentials.

Soal 9: El Niño dan Kebakaran Hutan di Indonesia
Soal: El Niño kerap dikaitkan dengan meningkatnya kasus kebakaran hutan di Indonesia. Fenomena El Niño dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dengan cara ... 
a. Musim kemarau jadi lebih pendek sehingga vegetasi tetap lembap 
b. Musim kemarau berlangsung lebih lama, sehingga tanah dan hutan menjadi sangat kering c. Curah hujan bertambah di musim kemarau 
d. Suhu udara di kawasan hutan menurun 
e. Kelembapan tanah meningkat drastis
  • Kunci Jawaban: b. Musim kemarau berlangsung lebih lama, sehingga tanah dan hutan menjadi sangat kering
  • Pembahasan Detail: Saat fase El Niño, perairan Samudra Pasifik ekuator bagian tengah hingga timur menghangat, sementara perairan Indonesia mendingin. Kondisi ini membuat awan-awan hujan bergeser menjauhi wilayah Indonesia menuju Pasifik tengah. Akibatnya, Indonesia mengalami kemarau panjang yang ekstrem. Kekeringan parah ini menghilangkan tingkat kelembapan pada lapisan serasah hutan dan lahan gambut, menjadikannya biomassa kering yang sangat mudah memicu titik api (hotspot) raksasa. 
  • Referensi: Modul Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian LHK & BMKG Republik Indonesia.
Soal 10: Skenario Terhentinya Sirkulasi Termohalin
Soal: Jika sirkulasi termohalin global yang berperan mendistribusikan panas di lautan terhenti akibat pencairan es kutub, dampak utama yang mungkin dirasakan di Eropa Utara dan wilayah tropis adalah … 
a. Eropa Utara mengalami pendinginan ekstrem, sedangkan wilayah tropis makin panas 
b. Eropa Utara makin panas, sedangkan wilayah tropis mengalami pendinginan ekstrem 
c. Eropa Utara dan wilayah tropis makin panas 
d. Eropa Utara dan wilayah tropis makin dingin 
e. Tidak ada perubahan berarti pada iklim global
  • Kunci Jawaban: a. Eropa Utara mengalami pendinginan ekstrim, sedangkan wilayah tropis makin panas
  • Pembahasan Detail: Pertanyaan ini adalah kelanjutan dari dampak pada soal nomor 7. Arus termohalin Atlantik (khususnya Gulf Stream) secara alami menyedot suhu panas dari perairan ekuator (tropis) dan mengalirkannya ke utara, yang mana membuat iklim Eropa menjadi lebih hangat dari yang seharusnya. Jika arus ini berhenti bekerja, panas akan tertahan/terjebak di wilayah tropis, sementara Eropa Utara akan kehilangan penyuplai kehangatannya, memicu anomali musim dingin yang ekstrem (mini ice age). 
  • Referensi: Buku Oseanografi Essentials of Oceanography (Trujillo & Thurman); Laporan IPCC tentang skenario perubahan arus samudra.

Pelajari materi lainnya di sini:


Demikianlah pembahasan komprehensif soal OSK Geografi 2025 materi Iklim Part 2. Jangan lupa untuk berlatih menggunakan soal-soal geologi dan tata ruang pada artikel kami berikutnya!


Dapatkan dengan mudah semua file BANK OSN Geografi dan Kebumian 

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di smartgeo

أحدث أقدم