Halo rekan-rekan pembelajar geografi! Semangat menuju OSN 2026 harus mulai dipupuk dari sekarang. Mengingat cakupan materi geografi yang sangat luas—mulai dari fenomena atmosfer hingga dinamika regional kunci utamanya adalah konsistensi dalam membaca dan membedah fenomena terkini.

Soal osk geografi 2025 kunci dan pembahasan



Persiapan menghadapi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSK) Geografi  membutuhkan pemahaman konsep yang mendalam, bukan sekadar menghafal. Salah satu topik yang paling sering muncul dan krusial adalah Iklim dan Perubahan Iklim.

Pada tulisan kali ini, kita akan membedah soal OSK Geografi 2025 nomor 1 hingga 5, lengkap dengan kunci jawaban OSN Geografi, penjelasan konsep materi iklim secara rinci, dan referensi belajarnya agar kamu bisa memahaminya secara utuh!

Soal 1: Tema Dampak Aktivitas Antropogenik terhadap Iklim
Soal: 
Seiring berkembangnya zaman, aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan semakin sering dilakukan. Kedua aktivitas ini secara langsung memengaruhi perubahan iklim yang terjadi di bumi dengan cara ...
a. Membantu meningkatkan kadar oksigen di udara
b. Membuat gas rumah kaca di atmosfer berkurang
c. Menambah jumlah karbon dioksida sehingga memperkuat efek rumah kaca
d. Menjadikan pola cuaca dunia semakin stabil
e. Mempercepat proses fotosintesis di lautan

Kunci Jawaban: 
c. Menambah jumlah karbon dioksida sehingga memperkuat efek rumah kaca

Pembahasan Detail: Pembakaran bahan bakar fosil (seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam) merupakan penyumbang utama emisi gas karbon dioksida (CO₂) ke atmosfer. Di saat yang bersamaan, penebangan hutan (deforestasi) menghilangkan vegetasi yang seharusnya bertindak sebagai penyerap karbon (carbon sink). Akumulasi gas CO₂ ini akan mempertebal lapisan gas rumah kaca di atmosfer, menjebak panas bumi yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa, sehingga memicu fenomena pemanasan global.
Referensi: 
IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) Assessment Reports; Buku Meteorologi dan Klimatologi karya Bayong Tjasyono.

Soal 2: Ancaman Pencairan Es Kutub bagi Indonesia
Soal: 
Pencairan es di kawasan Kutub Utara dan Kutub Selatan berdampak pada naiknya permukaan laut secara global. Jika kondisi ini terus berlangsung, konsekuensi jangka panjang yang paling mungkin dihadapi negara kepulauan seperti Indonesia adalah ...
a. Daratan semakin luas karena adanya endapan tanah
b. Pulau-pulau kecil berisiko tenggelam dan kawasan pesisir sering dilanda banjir rob
c. Suhu rata-rata kawasan menurun drastis
d. Ekosistem pesisir menjadi semakin stabil
e. Badai tropis semakin jarang terjadi

Kunci Jawaban: 
b. Pulau-pulau kecil berisiko tenggelam dan kawasan pesisir sering dilanda banjir rob

Pembahasan Detail: 
Pemanasan global memicu dua hal utama yang menaikkan permukaan laut: 
(1) bertambahnya volume air laut dari lelehan es kutub dan gletser daratan, serta 
(2) pemuaian air laut secara termal (air mengembang saat menyerap panas). 
Bagi negara kepulauan (archipelagic state) seperti Indonesia, kombinasi ini menyebabkan intrusi air laut yang memperparah banjir pasang surut (banjir rob), serta mengancam akan menenggelamkan pulau-pulau kecil dan pesisir dataran rendah.
Referensi: 
Laporan Kajian Perubahan Iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Jurnal Sea-Level Rise and Its Impact on Coastal Zones (Nicholls & Cazenave).

Soal 3: Dampak Fenomena La Niña di Indonesia
Soal: 
Perubahan pola curah hujan di Indonesia sering dipengaruhi oleh fenomena El Niño dan La Niña. Ketika La Niña melanda, dampak utama yang biasanya dirasakan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia adalah …
a.  Musim kemarau berlangsung lebih lama dan kering
b.  Curah hujan meningkat sehingga rawan banjir dan longsor
c.  Suhu permukaan laut turun secara signifika
d. Aktivitas gunung api di Indonesia meningkat
e. Wilayah pesisir mengalami kekeringan panjang

Kunci Jawaban: 
b. Curah hujan meningkat sehingga rawan banjir dan longsor

Pembahasan Detail: 
Fenomena La Niña terjadi ketika Suhu Permukaan Laut (SST) di Samudra Pasifik bagian ekuator tengah dan timur mendingin. Akibatnya, angin pasat bertiup lebih kuat mendorong massa air hangat ke arah perairan Indonesia. Penumpukan massa air hangat ini memicu tingkat penguapan (evaporasi) dan pembentukan awan konvektif yang luar biasa masif di atas wilayah Indonesia, sehingga curah hujan meningkat drastis di atas batas normal dan berisiko memicu bencana hidrometeorologis (banjir dan tanah longsor).
Referensi: Publikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait Siklus ENSO (El Niño-Southern Oscillation).

Soal 4: Memahami Tujuan Paris Agreement
Soal: Paris Agreement adalah sebuah kesepakatan internasional yang bertujuan menahan kenaikan suhu global tidak melebihi 1,5°C dari masa pra-industri. Batasan tersebut sangat penting untuk keberlangsungan manusia dan lingkungan di bumi karena … 
a. Agar semua negara bisa memakai bahan bakar fosil lebih banyak 
b. Supaya seluruh negara punya sistem mitigasi bencana
c.Untuk meminimalisasi dampak ekstrem perubahan iklim dan menjaga stabilitas ekosistem 
d. Agar produksi pertanian dunia terus meningkat
e. Untuk mengurangi jumlah penduduk di wilayah pesisir

Kunci Jawaban: 
c. Untuk meminimalisasi dampak ekstrem perubahan iklim dan menjaga stabilitas ekosistem

Pembahasan Detail: Angka 1,5°C ditetapkan secara saintifik oleh para ilmuwan sebagai ambang batas aman ekologis atau tipping point. Jika suhu bumi melampaui angka tersebut, kerusakan pada iklim akan menjadi destruktif dan tidak dapat dipulihkan (ireversibel). Hal ini termasuk kepunahan ekosistem terumbu karang global, hilangnya gletser secara permanen, kenaikan muka laut yang ekstrem, dan krisis pangan global akibat cuaca yang tak menentu.
Referensi: Laporan Khusus IPCC “Global Warming of 1.5 ºC” (2018).

Soal 5: Ancaman Karbon Dioksida bagi Terumbu Karang
Soal: Kadar karbon dioksida yang terus bertambah di atmosfer bukan hanya menyebabkan suhu bumi naik, tapi juga berdampak pada kehidupan di laut5. Peningkatan kadar karbon dioksida di laut akan memengaruhi kondisi fisiologis terumbu karang dalam bentuk ... 
a. Membuat pertumbuhan terumbu karang jadi lebih cepat dan masif6 
b. Pemutihan (bleaching) karena suhu air laut naik6 
c. Menambah jumlah ikan yang tinggal dalam terumbu karang6 d. Mengurangi kadar oksigen terkandung dalam terumbu karang secara drastis6 
e. Membuat struktur kalsium karang semakin kuat

Kunci Jawaban: 
b. Pemutihan (bleaching) karena suhu air laut naik

Pembahasan Detail: 
Lautan menyerap sebagian besar kelebihan panas dari efek rumah kaca yang dipicu oleh tingginya gas CO₂. Terumbu karang adalah ekosistem yang sangat sensitif terhadap kenaikan suhu air laut. Pemanasan ini memicu stres fisiologis pada karang, sehingga mereka menolak dan melepaskan alga mikroskopis simbiotiknya (zooxanthellae) yang memberi mereka warna dan makanan. Tanpa alga ini, karang berubah menjadi putih tulang (pemutihan/ bleaching) dan perlahan-lahan mati kelaparan jika suhu tak kembali normal.

proses-coral-bleaching-osn-geografi.jpg
Gambar 1. Produk NOAA Coral Reef Watch (CRW) harian global 5 km satelit area peringatan pemutihan (maksimum 7 hari) yang disajikan menguraikan area di mana tekanan panas pemutihan karang mencapai berbagai tingkatan, berdasarkan pemantauan suhu permukaan laut satelit (SST). 
Sumber: coralreefwatch.noaa.gov
 

proses-coral-bleaching-osn-geografi.jpg
Gambar 2. Data SST- Sea Surface Temperature NOAA –  Coral Reef Watch yang menunjukkan indikasi naiknya suhu permukaan laut signifikan pada periode awal April – akhir Mei 2020 di perairan Jawa Timur dan Bali. 


Referensi: NOAA Coral Reef Conservation Program; Laporan Ocean Warming and Coral Bleaching oleh WWF.


Demikian pembahasan 5 soal pertama OSK Geografi 2025 untuk Topik Iklim. Terus semangat berlatih dan jangan lupa baca artikel pembahasan nomor selanjutnya hanya di smartgeo.id !

Dapatkan dengan mudah semua file BANK OSN Geografi dan Kebumian


Pelajari materi lainnya di sini:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di smartgeo

Lebih baru Lebih lama