Halo Sobat Geo! Selamat datang kembali di ruang belajar kita. Melanjutkan seri bedah soal Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSNK) Geografi tahun 2025, kali ini kita masih akan mengupas tuntas materi esensial seputar hidrometeorologi dan klimatologi untuk nomor 6 hingga 10.
Mari kita bedah soal-soalnya satu per satu!
6. Seiring berkembangnya zaman, aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan semakin sering dilakukan. Kedua aktivitas ini secara langsung mempengaruhi perubahan iklim yang terjadi di bumi dengan cara ....
a. membantu meningkatkan kadar oksigen di udara
b. membuat gas rumah kaca di atmosfer berkurang
c. menambah jumlah CO2 sehingga memperkuata efek rumah akca
d. menjadikan pola cuaca dunia semakin stabil
e. mempercepat fotosintesis di lautan
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Aktivitas antropogenik (buatan manusia) seperti penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi, gas alam, dan batu bara) secara masif melepaskan emisi karbon ke atmosfer. Di saat yang sama, deforestasi atau penebangan hutan menghilangkan "paru-paru" dunia yang seharusnya menyerap karbon tersebut. Akibat dari kedua hal ini adalah penumpukan gas karbon dioksida (CO₂) di atmosfer. CO₂ adalah salah satu gas rumah kaca utama yang memiliki sifat menahan radiasi inframerah (panas) yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Semakin tebal lapisan gas ini, semakin banyak panas yang terperangkap, sehingga memicu pemanasan global dan perubahan iklim.
Referensi & Pengayaan: Dalam buku Meteorology Today karya C. Donald Ahrens, dijelaskan secara komprehensif bagaimana peningkatan konsentrasi gas rumah kaca buatan manusia memperkuat efek rumah kaca alami (enhanced greenhouse effect), yang menjadi pendorong utama tren pemanasan global modern.
7. Jika gas rumah kaca di atmosfer terus meningkat tanpa upaya pengurangan yang berarti, dampak paling mungkin terjadi pada pola migrasi dan penyebaran hewan di darat maupun di laut adalah ...
a. hewan-hewan tetap tinggal di habitat asli tanpa perubahan
b. pola migrasi dan penyebaran spesies berubah drastis untuk mencari habitat yang lebih cocok
c. semua spesies langsung punah secara bersamaan
d. keanekaragaman hayati tidak mengalami perubahan yang berarti
e. hewan laut akan bermigrasi ke daratan
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Perubahan iklim tidak hanya merubah suhu, tetapi juga menggeser zona iklim global. Suhu yang terus memanas memaksa flora dan fauna untuk melakukan adaptasi jangkauan (range shift). Spesies di darat maupun di perairan akan secara perlahan bergeser (bermigrasi) menuju lintang yang lebih tinggi (mendekati kutub) atau ke elevasi yang lebih tinggi (daerah pegunungan) untuk mencari suhu atau habitat yang sesuai dengan toleransi fisiologis mereka. Hal ini merombak pola penyebaran spesies secara drastis di seluruh dunia.
Referensi & Pengayaan: Laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) secara konsisten menyoroti kerentanan ekosistem terhadap pemanasan global. Jurnal ekologi klasik oleh Parmesan & Yohe (2003) di Nature juga membuktikan bahwa ratusan spesies telah merespons perubahan iklim dengan menggeser rentang geografis mereka ke arah kutub.
🌟 PROMO SPESIAL PERSIAPAN OSN GEOGRAFI! 🌟
Merasa butuh amunisi tambahan untuk menaklukkan OSN Geografi? Dapatkan Modul & Bank Soal OSN Geografi Terlengkap persembahan eksklusif dari SmartGeo.id!
✔️ Rangkuman materi esensial OSN Geografi
✔️ Ribuan bank soal (Kumpulan Soal OSK, OSP dan OSN)
✔️ Modul Pembinaan untuk di Sekolah
✔️ Modul Pembinaan untuk di Sekolah
Jangan sampai kehabisan bahan belajar, segera miliki modul digitalnya sekarang juga melalui tautan berikut:
👉
8. Metana (CH4) dikenal sebagai gas rumah kaca yang lebih kuat dibanding CO2 atau karbondioksida. Alasan utama metana dianggap lebih berbahaya dalam konteks pemanasan global adalah ...
a. jumlahnya lebih banyak di atmosfer
b. mampu menahan panas lebih besar dalam waktu lebih singkat
c. mudah terurai menjadi gas lain
d. tidak bereaksi dengan gas lain di atmosfer
e. hanya dihasilkan dari aktivitas gunung api
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Meskipun karbon dioksida (CO₂) adalah penyumbang terbesar pemanasan global karena volumenya yang masif, metana (CH₄) memiliki kemampuan mengikat panas yang jauh lebih mematikan. Metana memiliki Global Warming Potential (GWP) yang sangat tinggi. Dalam skala waktu 20 tahun, satu molekul metana bisa puluhan kali lipat lebih efektif dalam memerangkap panas dibandingkan satu molekul CO₂. Meski umur metana di atmosfer relatif singkat (sekitar satu dekade) sebelum terurai, lonjakan suhu yang diakibatkannya dalam jangka pendek sangat signifikan.
Referensi & Pengayaan: Berdasarkan data dari IPCC Assessment Report 6 (AR6), metana diperkirakan memiliki potensi pemanasan global (GWP) sekitar 80-84 kali lebih besar daripada CO₂ dalam jangka waktu 20 tahun.
9. Pencairan es di kutub menambah volume air tawar ke lautan sehingga salinitas air laut menurun. Salah satu dampak utama dari perubahan salinitas ini terhadap arus laut dunia adalah...
A. Arus termohalin bergerak lebih cepat
B. Arus termohalin melambat sehingga distribusi panas bumi terganggu
C. Tidak ada pengaruh pada arus laut
D. Arus laut mengalir ke arah kutub
E. Semua arus laut di Samudera Pasifik berhenti total
Kunci Jawaban: B
Pembahasan:
Sirkulasi laut dalam, atau yang dikenal sebagai sabuk konveyor samudera (ocean conveyor belt), digerakkan oleh sirkulasi termohalin—yaitu perbedaan suhu (termo) dan tingkat keasinan/salinitas (halin). Air yang dingin dan sangat asin di sekitar kutub memiliki massa jenis (densitas) yang berat sehingga ia tenggelam ke dasar laut dan mendorong sirkulasi global. Jika es di kutub mencair dalam jumlah besar, pasokan air tawar ini akan mengencerkan air laut, menurunkan salinitas, dan membuat air menjadi kurang padat. Akibatnya, air gagal tenggelam dan mesin pendorong sirkulasi termohalin ini akan melemah atau melambat, mengganggu keseimbangan iklim bumi.
Referensi & Pengayaan: Mekanisme densitas air laut ini dijelaskan secara detail dalam buku teks oseanografi seperti Essentials of Oceanography oleh Alan P. Trujillo & Harold V. Thurman, khususnya pada bab mengenai arus massa air laut dalam (deep-ocean circulation).
10. Jika sirkulasi termohalin global yang berperan mendistribusikan panas di lautan terhenti akibat pencairan es kutub, dampak utama yang mungkin dirasakan di Eropa Utara dan wilayah tropis adalah...
A. Eropa Utara mengalami pendinginan ekstrem, sedangkan wilayah tropis makin panas
B. Eropa Utara makin panas, sedangkan wilayah tropis mengalami pendinginan ekstrem
C. Eropa Utara dan wilayah tropis makin panas
D. Eropa Utara dan wilayah tropis makin dingin
E. Tidak ada perubahan berarti pada iklim global
Kunci Jawaban: A
Pembahasan:
Salah satu bagian terpenting dari sirkulasi termohalin adalah Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) yang membawa aliran air hangat dari wilayah ekuator/tropis menuju Samudera Atlantik Utara (seperti Gulf Stream). Arus hangat inilah yang membuat iklim di Eropa Utara dan Barat menjadi jauh lebih hangat dan bisa dihuni dibandingkan wilayah lain di lintang yang sama (seperti Kanada Utara). Jika sirkulasi ini mati atau terhenti:
- Eropa Utara tidak lagi menerima pasokan panas dari ekuator, sehingga akan mengalami pendinginan yang sangat drastis dan musim dingin ekstrem.
- Wilayah tropis kehilangan sistem alami yang mendistribusikan panasnya ke kutub, sehingga panas akan terperangkap di ekuator dan memicu suhu tropis yang membakar.
Referensi & Pengayaan: Stefan Rahmstorf, seorang ahli klimatologi dan oseanografi terkemuka, dalam berbagai publikasinya memaparkan risiko nyata dari pelemahan AMOC terhadap iklim regional Eropa dan anomali suhu di ekuator. Hal ini menjadi salah satu tipping point iklim yang paling diwaspadai oleh para ilmuwan.
Pelajari materi lainnya di sini:
Kumpulan Soal OSN Tingkat Kabupaten
Kumpulan Soal OSN Tingkat Provinsi
Kumpulan Soal OSN Tingkat Nasional
Kumpulan Soal OSN Tingkat Provinsi
Kumpulan Soal OSN Tingkat Nasional
Lanjut belajar:



Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung di smartgeo